Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pengikut

Mengenai Saya

translate

cbox


ShoutMix chat widget

Archive

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

Jumat, 16 September 2011

dolphin

Di awal tahun 70an, keuntungan dari hadirnya binatang untuk pasien telah ditemukan, yang kemudian mengakibatkan riset lebih lanjut menyangkut aspek psikologis dari kontak antara para pasien dengan semua jenis binatang.
Lumba-lumba masuk dalam pertimbangan, ketika Dr. Betsy Smith memulai riset ilmuwan dengan Lumba-lumba dan anak-anak penderita autis di Florida yang disebut sebagai "Proyek Lumba-lumba". Di tahun 1978 psikologis saraf dan ilmuwan perilaku Dr. David E. Nathanson mulai mengamati dampak Lumba-lumba untuk anak-anak cacat di “Dunia Lautan”, Ft. Lauderdale (Florida). Dia mengembangkan rangkaian eksperimen bahasa yang dikontrol hati-hati, menggunakan Lumba-lumba sebagai guru untuk anak-anak dengan sindrom Down. Kemudian diketahui, kehadiran Lumba-lumba memberikan keuntungan yang berbeda untuk anak-anak dalam hal memproses informasi (untuk belajar terlihat lebih cepat dengan meningkatnya sensor perhatian, terutama untuk yang mentalnya lemah). Di tahun 1988, Dr. Nathanson memulai program terapi di “ Pusat Riset Lumba-lumba” di Grassy Key, Florida, yang ia sebut “Terapi Manusia Lumba-lumba” (DHT). Antara tahun 1989 dan 1994 lebih dari 500 anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam program Dr. Nathansons, yang di kemudian hari pindah ke Key Largo, Florida.

0 komentar:

Posting Komentar

 
 

Designed by: Compartidísimo
Scrapping elements: Deliciouscraps©